Profil John Petrucci

John Petrucci adalah gitaris, produser, composser, dan pendiri band progressive metal asal Amerika Serikat 'Dream Theater'. Ia lahir pada 12 Juli 1967. Seluruh dunia mengakui bahwa John Petrucci adalah gitaris hebat dan pintar. Kualitas dalam bermusik sudah tidak perlu diragukan lagi.

Saat remaja ia bersekolah di Berklee Collage of Music, dan bertemu dengan John Myung, Mike Portnoy yang akhirnya membentuk Dream Theater. Ia juga merilis video instruksi/lesson gitar yang bernama 'Rock Discipline'. Ia juga menulis sebagian besar lyric di DT bersama Mike Portnoy. Sejak 1999 ia dan Mike Portnoy memproduseri sendiri semua album DT, ia sekarang memproduseri sendiri karena Mike Portnoy hengkang pada 2010.

Skill dan teknik yang ia gunakan dalam permainanya sangat bervariasi dan beragam, dan yang paling terkenal adalah alternate pickingnya yang cepat. Pada permainannya, ia menggabungkan metal shredding-nya dengan melodi/solo yang emosional dan lembut. Sebagai gitaris, ia terpengaruh oleh Steve Morse, Al Di MeolaSteve HoweAllan HoldsworthStevie Ray VaughanRandy RhoadsJoe SatrianiSteve VaiAlex LifesonYngwie Malmsteen dan David Gilmour.

Selain gitar, ia juga memiliki kemampuan bernyanyi sebagai backing vocal yang baik. Ia memiliki suara baritone, yang menghasilkan suara lebih gelap dari James Labrie yang memiliki suara tenor.

Gitar yang ia gunakan sejak 1999 adalah Musicman Signature Series-nya, sebelumnya ia menggunakan gitar Ibanez Signature Series-nya. Amplifier yang ia gunakan sejak dulu adalah Mesa/Boogie (pada 2016 ia dan Mesa/Boogie merilis 'Mesa/Boogie JP-2C John Petrucci guitar head Amp'. Selain itu ia juga memiliki pedal Dunlop Wah dan TC Electronic Dreamscape fx pedal John Petrucci Signature Series. Ia menggunakan gitar senar 6 dan 7. Tuning yang ia gunakan bermacam-macam, bisa dilihat di www.johnpetrucci.com

Discograpy :

Dream Theater (Studio Album)
-When The Dream and Day Unite (1989)
-Images and Word (1992)
-Awake (1994)
-Falling Into Infinity (1997)
-Metropolis Part 2 (1999)
-Six Degrees of Inner Turbulence (2002)
-Train of Thought (2003)
-Octavarium (2005)
-Systematic Chaos (2007)
-Black Cloud and Silver Linings (2009)
-A Dramatic Turn of Event (2011)
-Dream Theater (2013)
-The Astonishing (2016)

Liquid Tension Experiment
-Liquid Tension Experiment (1998)
-Liquid Tension Experiment 2 (1999)

Solo Album
-Suspended Animation (2005)

with G3
-G3: Live in Tokyo (w/ Steve Vai & Joe Satriani) (2005)

with Jordan Rudess
-An Evening with John Petrucci and Jordan Rudess (2000)

As a Guest (Tamu)
-Digital Pinball: Necronomicon soundtrack (1996)
-Explorers Club  Age of Impact (1998)
-Jon Finn Group  Wicked (1998)
-Jordan Rudess – Feeding the Wheel (2001)
-Derek Sherinian – Blood of the Snake (Played on track "Czar Of Steel") (2006)
-Marty Friedman – Loudspeaker (Special guest guitarist on "Black Orchid") (2006)
-Periphery – Periphery II: This Time It's Personal (Guest solo on track "Erised") (2012)

Bandung Sonicfair 2016, Semangat Underground di Bandung

Revision Live kembali akan menggelar event bertajuk Magnitude Bandung Sonicfair pada 28 Agustus 2016. Kali ini Suicide Silence menjadi headliner pada event ini bersama Fleshgod Apocalypse dan Deez Nutt. Ketiga band internasional ini juga akan tampil pada Magnitude Northblast di Medan, Sumatra Utara pada 27 Agustus 2016. Selain band internasional tersebut, band lokal yang akan tampil adalah Jasad, Burgerkill, The Sigit, RTF, dsb. 

Event ini akan digelar di Lapangan Disjas Baros, Cimahi. Utara Bandung. Untuk mengaksesnya cukup mudah, bisa menggunakan kereta api atau bus. Harga tiket Magnitude Bandung Sonicfair bisa dibilang sangat terjangkau dan murah dengan line-up band berkelas, yaitu Presale sebesar Rp 35.000 (sampai 26 Agustus) dan OTS Rp 50.000. Tiket bisa dibeli di Indomaret seluruh Indonesia dan www.revisionlive.com

Indonesia memang butuh event metal / underground berskala internasional. Dan Revision Live selaku promotor event Hammersonic dan Sonicfair memang telah menggelar banyak event sejak 2012, kita patut berbangga karena Indonesia memiliki event berkelas internasional.

Sunyotok by Coki Bollemeyer

Siapa yang tidak kenal Coki Bollemeyer? Gitaris dari NTRL, baru-baru ini merilis album dari proyek solo nya yang bertajuk "Sunyotok by Coki Bollemeyer". Proyek solo instrumental ini ber-genre Jazz Fusion, Coki menggaet rekannya di Blackteeth, yaitu Jerry (bassist) dan Mario (drum) sebagai partner bermusik pada album ini.

Via Istimewa
Pada album ini terdiri dari 8 track instrumental, yaitu Herbs", "Negative", "Temptation", "Whipcream", "Rainy Season", "Wanderlust", "Contempalte", dan "Scrambled Egg". Materi pada album tidak hanya murni jazz saja, melainkan juga gabungan / fusion dari beberapa genre musik yang dikemas sedemikian rupa.

Sebenarnya Coki sudah merencanakan untuk membuat album ini pada tahun 1997 saat baru saja lulus dari Musician Institute di Amerika Serikat, namun baru terealisasikan pada 2014 lalu, karena beberapa halangan, akhirnya album ini molor dan baru selesai dan dirilis pada 2016.

Single kedua Sunyotok "Negative" berhasil menjadi yang teratas di tangga lagu itunes.


Karena kesibukan pada proyek jazz-fusion nya ini, saat ini Coki sudah tidak bisa lagi tampil bersama Deadsquad.

Chord Diminished

Chord diminished / dim, disusun dengan interval diminished
Diminished : dikurangi 1 semitone/ setengah nada pada interval kelima sempurna (perfect fifth)

Nada dasar (root) - Interval ke-3 Minor - Interval kelima diminshed

atau nada ke 1 - 3b - 5b

Contoh
-Chord C Diminished : C - Eb - Gb
-Chord F Diminished : F - Ab - Bb

Chord Diminished memiliki nuansa dark, horror, seram, kelam, gothic

Chord Augmented

Chord Augmented disusun menggunakan triad interval augmented
Augmented : ditambah  1 semitone / setengah nada pada interval kelima

Nada dasar (Root) - Interval ke 3 mayor (Major Third) - Interval kelima augmented

atau Nada ke 1 - 3 - 5#

Contoh : 
-Chord G Aug, G - B - D#
-Chord C Aug, C - E - G#

Chord Augmented memiliki nuansa sepi, hening, mengingat sesuatu, gelap, aneh, dsb.

Chord Minor

Chord minor disusun menggunakan triad dengan interval spesifik :

Nada Dasar (Root) – Interval ke 3 Minor (Minor Third) – Interval ke 5 sempurna (Perfect Fifth)

Atau Nada ke 1 – 3b – 5. Nada ke 3 turun setengah

Contoh :
-Chord A minor terbentuk dari nada ke 1, 3b, 5 dari tangga nada A Minor. Yaitu A, C, E
-Chord D minor terbentuk dari nada ke 1, 3b, 5 dari tangga nada D minor. Yaitu D, F, A

Chord minor memiliki nuansa sedih, down, tragis, mellow.

Chord Mayor

Chord mayor disusun menggunakan triad dengan interval spesifik :

Nada Dasar (Root) – Interval ke 3 Mayor (Major Third) – Interval ke 5 sempurna (Perfect Fifth)

Atau Nada ke 1 – 3 – 5

Contoh :
-Chord C Mayor terbentuk dari nada ke 1, 3, 5 dari tangga nada C Mayor. Yaitu C, E, G
-Chord D Mayor terbentuk dari nada ke 1, 3, 5 dari tangga nada D Mayor. Yaitu D-F#-A

Untuk membentuk chord mayor, kita tidak harus mengikuti pola yang sudah ada, kita bisa membuat sendiri bentuk chord, dengan syarat kita tahu nada-nada di fret gitar. Klik disini untuk mengetahui nada di fret gitar.

Misal kita ingin membuat bentuk chord F Mayor, kita harus tahu penyusunnya terlebih dahulu, yaitu nada ke 1-3-5 (F,A,C). Setelah itu kita cari nada tersebut di fret gitar, hasilnya bisa seperti ini














dan sebenarnya masih banyak lagi


Chord mayor sendiri memiliki nuansa senang, gembira, ceria, normal dan bahagia.
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus